Minggu, 09 Maret 2014

10 Tokoh Sukses & Top Dunia, Yang Drop Out Dari Sekolahnya



1. Thomas A. Edison  Thomas Edison mungkin yang paling terkenal dan produktif sebagai penemu  sepanjang
masa, dengan lebih dari 1.000 paten dalam nama-Nya, termasuk  bola lampu listrik, phonograf, dan film
kamera. Ia menjadi multi jutawan  dari buatannya sendiri dan memenangkan Medali Emas Kongres. Edison
terlambat sekolahnya dimulai karena penyakitnya dan, sebagai akibatnya,  pikirannya sering berkeliaran,
membuat salah seorang guru memanggil dia  “kacau.” Ia drop out setelah hanya tiga bulan
pendidikan formal.  Untungnya, ibunya pernah menjadi guru sekolah di Kanada dan  home-schooling Edison
muda.  2. Benjamin Franklin  Benjamin Franklin mempunyai banyak profesi : politikus, diplomat,  penulis,
penerbit, ilmuwan, penemu, pendiri, dan rekan penulis dan  cosigner Deklarasi Kemerdekaan. Satu hal yang ia
tidak adalah lulusan  sekolah tinggi. Franklin adalah anak kelima belas dan putra bungsu dalam  keluarga. Dia
menghabiskan dua tahun di Sekolah Latin Boston sebelum  keluar pada usia sepuluh tahun dan bekerja untuk
ayahnya, dan kemudian  saudaranya, seperti printer.  3. Bill Gates  Bill Gates adalah salah satu pendiri raksasa
perangkat lunak Microsoft  dan telah menempati ranking teratas orang terkaya di dunia untuk  beberapa tahun.
Gates drop out dari Harvard di tahun pertama setelah  membaca artikel tentang komputer mikro Altair dalam
majalah Popular  Electronics. Dia dan temannya Paul Allen terbentuk Micro Soft (kemudian  berubah ke
Microsoft) menulis perangkat lunak untuk Altair.  4. Albert Einstein  Meskipun ia masuk dalam majalah Time
sebagai “Man of the Century,”  Albert Einstein tidak menjadi “Einstein” di
sekolah pemenang Hadiah  Nobel fisika, terkenal karena teori relativitas dan kontribusi kepada  teori kuantum
dan mekanika statistik, putus sekolah tinggi pada usia 15.  Memutuskan untuk melanjutkan pendidikan
setahun kemudian, Einstein  mengambil ujian masuk ke universitas bergengsi yaitu Federal Swiss  Institute of
Technology, tapi gagal. Ia kembali ke sekolah tinggi,  mendapatkan ijazah, dan kemudian lulus ujian masuk
universitas pada  usaha kedua.  5. John D. Rockefeller  Dua bulan sebelum lulus SMA, sejarah mencatat
miliarder pertama , John  D. Rockefeller, Sr, memutuskan untuk mengambil kursus di Folsom bisnis
Mercantile College. Ia mendirikan Standard Oil Company pada tahun 1870,  membuat miliaran sebelum
perusahaan ini dibubarkan oleh pemerintah  karena monopoli, dan menghabiskan 40 tahun terakhir
menyumbangkan  kekayaannya, terutama untuk alasan-alasan yang berkaitan dengan  kesehatan dan
pendidikan.  6. Walt Disney  Pada tahun 1918, ketika masih di SMA, masa depan produser film pemenang
Oscar dan pelopor taman Walt Disney mulai mengambil kursus malam di  Academy of Fine Arts di Chicago.
Disney drop out dari sekolah tinggi  pada usia 16 dan bergabung dengan tentara, tapi karena ia terlalu muda
untuk mendaftar, ia bergabung dengan Palang Merah dengan akte kelahiran  palsu sebagai gantinya. Disney
dikirim ke Perancis di mana ia  mengendarai ambulans yang tertutup dari atas ke bawah dengan kartun yang
akhirnya menjadi karakter filmnya. Setelah menjadi multijutawan pendiri  Walt Disney Company dan
memenangkan Presidential Medal of Freedom,  Disney menerima kehormatan ijazah sekolah menengah pada
usia 58.  7. Kol. Sanders  Kolonel Harland Sanders berhasil mengatasi kurangnya pendidikan untuk  menjadi
pengusaha terbesar dalam bisnis ayam goreng. Ayahnya meninggal  ketika ia berusia enam tahun, dan karena
ibunya bekerja, ia terpaksa  memasak untuk keluarganya. Setelah putus sekolah dasar, Sanders bekerja
banyak pekerjaan, termasuk petugas pemadam kebakaran, sopir kapal uap,  dan salesman asuransi. Dia
kemudian memperoleh gelar hukum dari sebuah  sekolah korespondensi. Sanders ‘memasak dan
pengalaman bisnis  membantunya membuat jutaan sebagai pendiri Kentucky Fried Chicken  (sekarang KFC).
8. Putri Diana  Almarhum Diana Spencer, Princess of Wales,ia dianggap secara akademis  sebagai siswi di
bawah rata-rata, setelah gagal semua tingkat O-ujian  (ujian yang diberikan kepada mahasiswa 16 tahun di
Inggris untuk  menentukan tingkat pendidikan mereka). Pada usia 16, ia meninggalkan  West Heath dan
menyelesaikan sekolah di Swiss sebelum keluar dari sana  juga. Diana menjadi penyanyi amatir yang berbakat
dan ingin sekali  menjadi penari balet. Diana pergi untuk bekerja sebagai asisten paruh  waktu di young englan
kindergarden, penitipan anak dan taman  kanak-kanak. Berlawanan dengan klaim, dia bukan guru taman
Page 110 Tokoh Sukses & Top Dunia, Yang Drop Out Dari Sekolahnya
kanak-kanak,  karena dia tidak punya kualifikasi pendidikan untuk mengajar, Pada tahun  1981, pada umur 19,
Diana bertunangan dengan Pangeran Charles.  9. Elton John  Sir Elton John telah menjual lebih dari 250 juta
album dan memiliki  lebih dari 50 Top 40 hits, membuatnya salah satu musisi yang paling  berhasil sepanjang
masa. Pada usia 11, Elton masuk London’s Royal  Academy of Music pada piano beasiswa. Bosan
dengan komposisi klasik,  Elton lebih suka rock ‘n’ roll dan setelah lima tahun ia berhenti
sekolah untuk menjadi seorang pianis akhir pekan di sebuah pub lokal.  Pada usia 17, ia membentuk band
bernama Bluesology.  10. Harry Houdini  Nama Houdini ini identik dengan sihir. Sebelum menjadi terkenal di
dunia  penyihir dan melarikan diri artis bernama Harry Houdini, putus sekolah  pada usia 12, bekerja di
beberapa pekerjaan, termasuk magang ditukang  kunci . Pada usia 17, ia bekerja sama dengan sesama
penggemar sihir Jack  Hayman untuk membentuk Houdini Brothers, hingga Sosoknya banyak  digandrungi
oleh para Magician kelas Dunia termasuk David Copperfield.  sumber:
http://www.duniakita.info/2010/12/to...-drop-out.htm

Sabtu, 01 Maret 2014

GAMBARAN MASYARAKAT ARAB JAHILIYAH



arab jahiliyah0

10 Sahabat Nabi Yang Dijamin Masuk Surga




unta 10 Sahabat Nabi Yang Dijamin Masuk Surga
BAGI seorang Muslim, masuk surga adalah sebuah tujuan akhir dari perjalanan hidup ini. Maka, ketika Rasulullah menyatakan bahwa ada di antara para sahabatnya yang dijamin masuk surga, tentu saja menimbulkan ghirah bagi kita semua.
Siapa saja mereka, berikut adalah sahabat-sahabat tersebut:
1. Abu Bakar Siddiq ra.
Beliau adalah khalifah pertama sesudah wafatnya Rasulullah saw. Selain itu Abu bakar juga merupakan laki-laki pertama yang masuk Islam, pengorbanan dan keberanian beliau tercatat dalam sejarah, bahkan juga dalam al- Quran (Surah At-Taubah ayat
ke-40) sebagaimana berikut : “Jikalau tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seseorang dari dua orang (Rasulullah dan Abu Bakar) ketika keduanya berada dalam gua, diwaktu dia berkata kepada temannya: “Janganlah berduka cita, sesungguhya Allah bersama kita”. Maka Allah menurunkan ketenangan kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Allah menjadikan seruan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”
Abu Bakar Siddiq meninggal dalam umur 63 tahun, dari beliau diriwayatkan 142 hadits.
2. Umar Bin Khatab ra.
Beliau adalah khalifah kedua sesudah Abu Bakar, dan termasuk salah seorang yang sangat dikasihi oleh Nabi Muhammad Saw semasa hidupnya. Sebelum memeluk Islam, beliau merupakan musuh yang paling ditakuti oleh kaum Muslimin. Namun semenjak ia bersyahadat dihadapan Rasul (tahun keenam sesudah Muhammad diangkat sebagai Nabi Allah), ia menjadi salah satu benteng Islam yang mampu menyurutkan perlawanan kaum Quraish terhadap diri Nabi dan sahabat.
Di zaman kekhalifahannya, Islam berkembang seluas-luasnya dari Timur hingga ke Barat, kerajaan Persia dan Romawi Timur dapat ditaklukinya dalam waktu hanya satu tahun. Beliau meninggal dalam umur 64 tahun karena dibunuh, dikuburkan berdekatan dengan Abu Bakar dan Rasulullah dibekas rumah Aisyah yang sekarang terletak dalam masjid Nabawi di Madinah.
3. Usman Bin Affan ra.
Khalifah ketiga setelah wafatnya Umar, pada pemerintahannya lah seluruh tulisan-tulisan wahyu yang pernah dicatat oleh sahabat semasa Rasul hidup dikumpulkan, kemudian disusun menurut susunan yang telah ditetapkan oleh Rasulullah Saw sehingga menjadi sebuah kitab (suci) sebagaimana yang kita dapati sekarang. Beliau meninggal dalam umur 82 tahun (ada yang meriwayatkan 88 tahun) dan dikuburkan di Baqi’.
4. Ali Bin Abi Thalib ra.
Merupakan khalifah keempat, beliau terkenal dengan siasat perang dan ilmu pengetahuan yang tinggi. Selain Umar bin Khatab, Ali bin Abi Thalib juga terkenal keberaniannya didalam peperangan. Beliau sudah mengikuti Rasulullah sejak kecil dan hidup bersama Beliau sampai Rasul diangkat menjadi Nabi hingga wafatnya. Ali Bin Abi Thalib meninggal dalam umur 64 tahun dan dikuburkan di Kufah, Iraq sekarang.
5. Talhah Bin Abdullah ra.
Masuk Islam dengan perantaraan Abu Bakar Siddiq ra, selalu aktif disetiap peperangan selain Perang Badar. Di dalam perang Uhud, beliaulah yang mempertahankan Rasulullah saw sehingga terhindar dari mata pedang musuh, sehingga putus jari-jari beliau. Talhah Bin Abdullah gugur dalam Perang Jamal dimasa pemerintahan Ali Bin Abi Thalib dalam usia 64 tahun, dan dimakamkan di Basrah.
6. Zubair Bin Awaam
Memeluk Islam juga karena Abu Bakar Siddiq ra, ikut berhijrah sebanyak dua kali ke Habasyah dan mengikuti semua peperangan. Beliau pun gugur dalam perang Jamal dan dikuburkan di Basrah pada umur 64 tahun.
7. Sa’ad bin Abi Waqqas
Mengikuti Islam sejak umur 17 tahun dan mengikuti seluruh peperangan, pernah ditawan musuh lalu ditebus oleh Rasulullah dengan ke-2 ibu bapaknya sendiri sewaktu perang Uhud. Meninggal dalam usia 70 (ada yang meriwayatkan 82 tahun) dan dikuburkan di Baqi’.
8. Sa’id Bin Zaid
Sudah Islam sejak kecilnya, mengikuti semua peperangan kecuali Perang Badar. Beliau bersama Thalhah Bin Abdullah pernah diperintahkan oleh rasul untuk memata-matai gerakan musuh (Quraish). Meninggal dalam usia 70 tahun dikuburkan di Baqi’.
9. Abdurrahman Bin Auf
Memeluk Islam sejak kecilnya melalui Abu Bakar Siddiq dan mengikuti semua peperangan bersama Rasul. Turut berhijrah ke Habasyah sebanyak 2 kali. Meninggal pada umur 72 tahun (ada yang meriwayatkan 75 tahun), dimakamkan di baqi’.
10. Abu Ubaidillah Bin Jarrah
Masuk Islam bersama Usman bin Math’uun, turut berhijrah ke Habasyah pada periode kedua dan mengikuti semua peperangan bersama Rasulullah saw. Meninggal pada tahun 18 H di Urdun (Syam) karena penyakit pes, dan dimakamkan di Urdun yang sampai saat ini masih sering diziarahi oleh kaum Muslimin. []

Sejarah kehidupan Rasulullah (sebelum dan selepas menjadi Rasul Allah)


Sejarah nabi Muhammad sebelum diangkat menjadi Rasul

Umur 0 - Nabi dilahirkan pada 12 Rabiulawal Tahun Gajah bersamaan dgn 20 April 571 Masihi, kira-kira 571 tahun selepas kelahiran Nabi Isa as. Keturunan Bani Hashim yg dihormati dari kalangan suku-suku arab. Bapanya Abdullah bin Abdul Mutalib seorang usahawan yg berpengaruh dan ibunya Aminah datang dari keluarga keturunan bangsawan yg baik-baik, yang mempunyai susur galur dengan keturunan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.

Umur 1 - disusukan oleh Halimatussaddiah. Budaya org kaya Arab hantar bayi kpd ibu susuan diluar kota mekah agar bayi-bayi dpt menghirup udara yg bersih, terhindar dari penyakit kota dan dapat berbicara dgn bahasa yg murni dan fasih.

Umur 3 - diajar menggembala kambing. Budaya org kaya Arab sebagai satu bentuk pendidikan

Umur 5 - dihantar semula kepada ibu kandungnya Aminah binti Wahab

Umur 6 - Aminah wafat, nabi dibela oleh datuknya Abdul Mutalib ketua pemimpin kaabah di kota mekah. Masyarakat arab pada zaman itu adalah masyarakat yg bertamadun, punya struktur pemerintahan sendiri dan pusat pentadbiran yg dikenali sebagai Darunnadwah.

Umur 8 - Datuknya wafat dan nabi dibela oleh bapa saudaranya Abu Talib juga seorang pemimpin di kota mekah berketurunan bangsawan. Bapa saudara nabi yg lain seperti Al-Harith, Qutham, Az-Zubair, Hamzah, Al-Abbas, Abu Lahab, Abdul Kaabah, Hajl, Dhirar, Al-Ghaidak (sebelah bapanya)

Umur 12 - Diajar berniaga ke Syam oleh bapa saudaranya Abu Talib

Umur 15 – Diberikan tanggungjawab mengendalikan bantuan logistik dalam perang yang dikenali sbg Harbul Fijar (Nabi belajar selok belok peperangan)

Umur 17 - Nabi menyertai sebuah pertubuhan ala-NGO yg dikenali sebagai Halful Fudhul yg berperanan membenteras masalah sosial di kota mekah. Pertubuhan ini masih wujud sampai sekarang

Umur 20 - Mengetuai berpuluh kabilah unta berdagang dari mekah ke syam yg jaraknya kira-kira 900km

Umur 25 - Berkahwin dgn Siti Khadijah, seorang janda yang kaya raya

Umur 33 - Nabi dilantik menjadi hakim menyelesaikan masalah perletakan Hajaratul Aswad di kota mekah

Umur 35 - Dianugerahkan gelaran Al-Amin

Umur 37 - Mengasingkan diri dgn bertahnud (pemusatan jiwa) di Gua Hirak

Umur 40 - Nabi mendapat wahyu pertama dan secara rasminya diangkat menjadi Rasul.


Perjalanan selepas diangkat menjadi Rasul Allah

Umur 40 - Mendapat wahyu yg pertama iaitu surah Al-Alaq (ayat 1-7). 3 tahun selepas itu turun wahyu yg seterusnya iaitu Surah Al-Qalam (ayat 1-7), surah Al-Muzammil (ayat 1-7), surah Al-Mudatsir (ayat 1-7) dan seterusnya surah Al-Fatihah (surah pertama yg diturunkan lengkap. Inilah surah yg dikenali sebagai ummul-kitab dan dikatakan sebagai perkataan yg berat dalam 73:5)

Umur 40-53 - Baginda menyampaikan wahyu secara senyap-senyap dan bersembunyi di rumah2 sahabatnya yg dikenali sebagai Abu Abdillah al-Arqam bin Abi al-Arqam, seorang ahli perniagaan berpengaruh dari kalangan suku Makhzum. Wahyu yg diturunkan pada waktu ini dikenali sebagai surah makiyyah.

Umur 45 - mencari bantuan perlindungan dari Raja Habsyah yg beragama Nasrani kerana Nabi dan pengikut2nya ditindas oleh kaum musyrikin mekah. Umar Al-Khattab dan bapa saudaranya Hamzah masuk Islam.

Umur 50 - Tahun kesedihan bagi Nabi. Abu Talib dan Siti Khadijah wafat.

Umur 51 - Peristiwa Isra Mikraj. Nabi diperturunkan perintah solat dari Allah.

Umur 52 - Perjanjian Aqabah yg pertama. 13 org dari Yathrib bertemu Rasulullah di kota mekah utk masuk islam dan menyatakan janji setia (berbaiah) kepada Allah dan Rasulullah

Umur 53 - Nabi berhijrah ke Yathrib utk proklamasi kerajaan Islam yg dinamakan sebagai Madinah. Merangka dan melaksanakan undang-undang Piagam Madinah. Mendirikan masjid Quba sebagai tempat beribadah, bermesyuarat, berniaga, pentadbiran dsb. Wahyu yg diturunkan pada waktu ini dikenali sebagai surah madaniyyah.

Umur 55 - Perang Badar. Amr bin Hisyam (atau nama gelarannya Abu Jahal, ketua org musyrikin) mati dalam peperangan ini. Abu Sufyan ambil alih pemerintahan kota mekah.

Umur 56 - Perang Uhud
Umur 58 - Perang Khandak/Ahzab
Umur 58 - Kaum musyrikin kalah dalam perang Khandak. Perjanjian Hudaibiyah diadakan antara kaum muslimin dan kaum musyrikin bagi membolehkan umat islam mengerjakan haji di kaabah.

Umur 61 - Kaum musyrikin mekah memungkiri Perjanjian Hudaibiyah. Mekah diperangi dan ditakluki oleh kaum muslimin dalam peperangan yg dikenali sebagai peperangan Al-Fath. Abu Sufyan masuk islam. Syiar islam disebarkan ke seluruh dunia.

Siri-siri peperangan selepas Penaklukan kota Mekah

Umur 61 – Perang Mut’ah (Pembawa utusan, Harith b. Umair al-Azdi dibunuh oleh Raja Basrah, wakil Hercules)
Umur 61 – Perang Hunain (Puak Hawazin dan Thaqif menyerang Makkah bagi mengelakkan puak mereka diserang)
Umur 62 – Perang Tabuk (Raja Rom Hercules ingin menyerang Madinah mendengarkan siri kemenangan umat Islam dalam perang-perang sebelumnya)

Umur 63 - Nabi wafat kesan daripada diracun.

Semoga memberi manfaat. Yg baik datang dari Allah, yg buruk datang dari kelemahan diriku ini.
Terima kasih

3 Fase Kehidupan Rasulullah SAW


Jika isi kurikulum pendidikan begitu berkualitas. Telah dikaji oleh para ahli. Dirumuskan dengan menggunakan berbagai disiplin ilmu berlandaskan penilitian yang mendalam. Dalam rentang waktu yang tidak bisa dibilang pendek. Bukankah luar biasa kurikulum seperti ini?
Tetapi, bagaimana jadinya jika kurikulum yang sudah luar biasa itu disampaikan dengan urutan yang beracak. Tidak diperhatikan kapan ilmu tertentu disampaikan. Juga tidak dianalisa porsi sebuah ilmu diajarkan pada fase tertentu. Tidak jelas ilmu mana yang harus didahulukan dan mana yang harus diakhirkan.
Hanya urutan. Hanya urutan? Tidak hanya!
Bagaimana mau berhasil kalau kurikulum matematika kelas 1 SD umpamanya, diajarkan di kelas 6 SD. Dan sebaliknya, IPA kelas 6 SD dijejalkan di kelas 1 SD. Pelajaran fikih hudud (hukuman pengadilan) diajarkan di usia awal. Sementara menghapal al-Qur’an baru dimulai di usia senja (itupun kalau mulai).
Kurikulum dengan kualitas istimewa, seistimewa apapun pasti tidak akan menghasilkan generasi yang diharapkan jika tidak dipadu dengan urutan penyampaiannya. (Hanya) salah urutan.
Di sinilah pentingnya melihat urutan kehadiran manusia paling mulia, Rasulullah shalallahu’alaihi wassallam dalam seluruh fase kehidupannya. Karena seluruh kehidupan beliau bukan saja menarik untuk dikaji tetapi selalu ada keteladanan dan pelajaran bagi kehidupan kita.
Jika dibagi secara garis besar, kehidupan Rasulullah shalallahu’alaihi wassallam melalui 3 fase besar. Masing-masing fase menggambarkan dengan sangat gamblang urutan kurikulum melahirkan generasi peradaban mulia. Ketiga fase itu adalah:
1.     0 – 40 tahun Fase Persiapan
2.     40 – 53 tahun Fase Makkiyyah
3.     53 – 63 tahun Fase Madaniyyah
Fase Persiapan
Usia 0 – 40 tahun kita sebut sebagai fase persiapan. Karena Muhammad shallallahu alaihi wasallammencapai puncak kehidupan pada usia kira-kira 40 tahun. Pada usia itulah beliau mencapai prestasi tertinggi manusia di muka bumi ini. Yaitu menjadi pemimpin bagi seluruh manusia di dunia dan akhirat; menjadi Nabi.
Risalah (Tugas Kerasulan) adalah merupakan hak penuh Allah subhanahu wata’ala untuk diberikan kepada siapa yang Dikehendaki. Sebagaimana firman-Nya,
“Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan.” (QS. Al-An’am [6] : 124)
Membaca penjelasan shahabat mulia Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu berikut ini, kita akan memahami ternyata hak penuh Allah subhanahu wata’ala tersebut tidak diberikan kepada sembarang orang.
Dari Ibnu Mas’ud, “Sesungguhnya Allah melihat hati-hati hamba, maka Dia memilih Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Kemudian Dia mengutusnya dengan tugas kerasulan dan memilihnya dengan ilmu-Nya. Kemudian melihat hati-hati manusia setelahnya, maka Dia memilih baginya shahabat-shahabat. Maka Dia menjadikan mereka penolong agama-Nya dan pembantu-pembantu Nabi-Nya.” (ath-Thayalisi no. 246, Abu Nu’aim dalam al-Hilyah 1/375, dihasankan sanadnya oleh as-Sakhawi dan al-Albani dan dishahihkan oleh al-Hakim, disepakati oleh adz-Dzahabi, lihat silsilah al-Ahadits adh-Dhaifah no. 533)
Ternyata Muhammad shalallahu’alaihi wassallam dan para shahabatnya adalah pilihan di antara seluruh manusia. Faktornya satu; kebersihan hati.
Terbayangkan kah oleh kita, betapa beratnya membersihkan hati dan kehidupan di tengah carut marut sistem Jahiliyyah seperti Mekah ketika itu. Bukankah hari ini, di tengah masyarakat muslim ini banyak yang menyerah dalam pembersihan jiwanya dengan berdalih arus sistem sangat kuat.
Selain itu, sunnatullah bicara bahwa untuk menjadi orang besar memerlukan persiapan yang luar biasa. Apalagi ini adalah puncak kebesaran; menjadi seorang Rasul. Pasti bukanlah sebuah kebetulan, juga bukan ketidaksengajaan, apalagi tiba-tiba.
Untuk itulah 0-40 tahun usia Nabi adalah fase persiapan untuk menjadi orang besar.
Fase Makkiyyah
40-53 tahun adalah usia Nabi di fase Makkiyyah (Mekah). Rentang 13 tahun tersebut adalah sebuah fase membangun pondasi keIslaman. Pondasi aqidah ataupun pondasi akhlak. Sebelum taklif (beban) Islam diberikan berupa ibadah dan aturan muamalah.
Inilah pondasi yang kokoh dengan kesabaran di rentang waktu yang tidak sebentar. Karena yang akan dibangun adalah bangunan Islam yang besar dan menjulang.
Berikut ini beberapa karakter fase ini:
1. Fase Mekah adalah fase ta’sis (pondasi permulaan).
o    Semua nilai perjuangan yang mampu menjelaskan kata ta’sis akan menjadi karakter untuk masa ini. Bukankah Nabi shallallahu alaihi wasallam tidak menghabiskan waktu dan potensi diri dan shahabatnya hanya untuk mendiskusikan politik Romawi dan persia sebagai penguasa bumi saat itu. Tetapi lebih sibuk membangun SDM pemimpin bumi saat nanti tiba masanya Islam Menggantikan dua imperium tersebut. Bukankah Nabi berikut shahabatnya tidak menghancurkan wujud patung-patung di sekitar Ka’bah, sebelum patung-patung itu hancur di hati masyarakat Mekah. Bukankah Nabi menyiapkan pondasi untuk seluruh rencana bangunan utuh peradaban Islam. Pondasi itu adalah aqidah yang murni dan kokoh, berikut akhlak yang berkilau penuh kemuliaan.
2. Dominan membangun manusia dibandingkan membangun sistim
o    Sistem tetap dibangun oleh Nabi shallallahu alaihi wasallam. Terutama sistem untuk pengamanan tunas dakwah yang rawan rontok karena arogansi kemusyrikan. Tetapi beliau tidak disibukkan membangun sistem sehingga melupakan tugas utama dalam membangun SDM. Nabi tidak mengajak shahabat berdiskusi tentang sistem negara Islam yang akan dibangun; ekonomi, politik, keamanan, pasukan dan sebagainya.
o    Yang ada adalah membangun generasi yang beriman dengan iman yang lebih kokoh dari tancapan gunung. Berilmu yang lebih luas dari samudera yang masih bertepi. Bermoral yang kilaunya lebih memancar dari berlian.
3. Pembagian Fase Makkiyyah
o    13 tahun ini dibagi dua: 10 tahun untuk membangun pondasi SDM sambil mencari tempat.
o    3 tahun sisanya untuk menyiapkan tempat, sebagai permulaan membangun sistem kekuasaan.
o    10 tahun yang pertama dibagi dua: 3 tahun dakwah dari individu ke individu dan orang-orang terdekat tanpa mengumumkan secara terbuka konsep barunya. 7 tahun dakwah terbuka, menyampaikan ajaran Islam yang asing bagi masyarakat dengan semua resiko yang harus dihadapi.
4. Taklif ibadah ada, tetapi tidak melebihi kuantitas penanaman aqidah
o    Tercatat hanya beberapa ibadah penting yang sudah diturunkan sejak di Mekah. Bahkan shalat 5 waktu yang wajib pun baru diturunkan perintahnya pada sekitar satu tahun menjelang hijrah; artinya setelah 12 tahun penanaman aqidah.
o    Bisa dikatakan bahwa hikmah ibadah yang diturunkan di fase Mekah untuk melatih membawa beban. Karena kelak di Madinah, beban akan dipikulkan hingga yang terberat sekalipun seperti jihad. Mereka yang pernah berlatih dan terlatih, akan terasa ringan dengan beban berikutnya dengan tingkat resiko yang lebih tinggi.
o    Ibadah di fase ini juga merupakan aktifitas spiritual mendekat kepada Allah subhanahu wata’ala. Sebuah nilai mahal yang berfungsi untuk menjaga ketahanan iman dan kesabaran fisik selama masa tekanan di fase ta’sis.
Fase Madaniyyah
53-63 tahun adalah usia Nabi di fase Madinah. 10 tahun ini merupakan fase maksimalisasi taklif (beban ibadah), akad muamalah untuk kekuasaan dan penerapan sistem Islam.
Surat al-Baqarah mewakili suasana ini. Inilah surat yang pertama turun di fase Madinah (al-Athlas al-Tarikhi li Sirah al-Rasul, Sami al-Maghluts, Maktabah al-‘Ubaikan, h. 105). Al-Baqarah masih membawa suasana surat-surat Makkiyyah tetapi sudah dominan bicara tema-tema Madaniyyah yang baru.
Al-Baqarah satu-satunya surat Madaniyyah yang masih mencantumkan kisah-kisah umat terdahulu. Padahal kisah umat terdahulu adalah merupakan tema ayat-ayat Makkiyyah.
Al-Baqarah satu-satunya surat Madaniyyah yang masih mencantumkan kisah Adam dan Iblis, kisah pertarungan pertama antara al-Haq dan al-Bathil. Kisah Adam dan Iblis adalah merupakan tema yang dibahas di ayat-ayat Makkiyyah. (Lihat: Mabahits fi ‘Ulum al-Qur’an, Manna’ al-Qaththan, h. 59)
Sisa ayatnya lebih banyak tentang pembahasan khas Madinah berupa ibadah dan sistem muamalah dalam Islam. Shalat, zakat, puasa, haji dan umroh, hukum qishash, hukum halal haram, hukum khomr dan judi, larangan riba, hutang piutang, hukum sumpah, wasiat, hukum haidh, talak, masa iddah, khulu’, ila’, susuan, hukum seputar pernikahan dan juga perang.
Subhanallah, sangat luar biasa bukan, urutan al-Qur’an dalam membangun peradaban. Al-Baqarah yang mengakhiri sebuah fase masih mengingatkan tema terdahulu. Al-Baqarah yang mengawali sebuah fase membuka tema-tema yang merupakan konsentrasi fase ini.
Berikut ini beberapa karakter fase ini:
1. Membangun sistem negara menjadi konsentrasi awal fase ini
o    Memaksimalkan fungsi masjid, mempersaudarakan sesama muslim dengan ikatan melebihi persaudaraan nasab belaka, membuat perjanjian dengan non muslim dalam kerjasama, membangun ekonomi umat.
o    Kesemuanya adalah aktifitas Nabi di awal kaki beliau menapaki jalanan Kota Iman tersebut. Dan semua itu adalah variabel sebuah negara Islami.
2. Dominan taklif
o    Madinah bukan lagi Mekah yang masih membangun pondasi. Masyarakat muslim telah siap. Siap untuk mendapatkan beban seberat apapun. Setelah tahun pertama digunakan untuk menanamkan variabel negara, tahun kedua adalah tahun turunnya taklif (beban ibadah). Terhitung pada tahun kedua ini perintah puasa diturunkan, zakat, hingga jihad. Karena masyarakat telah kokoh pondasinya, maka beban tak lagi menjadi beban. Beban yang bahkan bisa dinikmati.
o    Tentu, tetap saja tema membangun aqidah dan akhlak merupakan hal yang terus diingatkan sepanjang fase Madinah. Tetapi, taklif adalah dominasi fase ini.
3. Pembagian fase Madaniyyah
Fase ini bisa dibagi menjadi 5:
1.     1H: Menanamkan variabel penerapan sistem Islam dan kekuasaan
2.     2H – 5H: Masa perjuangan karena reaksi musuh Islam
3.     5H – 6H: Masa pertama musuh Islam mulai menyerah satu per satu
4.     7H: Masa ekspansi Islam lebih luas
5.     8H – 11H: Masa kemenangan dengan grafik terus meningkat
Sebuah strategi nabawi yang sangat rapi dan sistematis.
Kalau kita ramu ulang 3 fase tersebut akan menghasilkan poin sebagai berikut:
Bersabarlah diri dalam mempersiapkan diri. Karena Nabi shalallahu ‘alaihi wassallam lebih banyak menghabiskan usianya untuk persiapan (40 tahun) dibandingkan perjuangan (23 tahun)
Yang bersabar dalam membangun diri menjadi mukmin sejati, tidak akan terjatuh saat memasuki hasil berupa kekuasaan dan harta. Bagi Nabishalallahu ‘alaihi wassallam berbanding 13 tahun : 10 tahun.
Aqidah dan akhlak sebelum ibadah dan muamalah
Dengan urutan ini, tidaklah Rasul wafat kecuali Islam telah membuka seluruh jazirah Arab. Setelah sebelumnya hanya sebuah kota kecil yang bernama Madinah.
Inilah utuhnya. Utuhnya sebuah strategi dan urutan membangun peradaban sekaligus dalam mendidik generasi pembangun peradaban itu. Untuk sebuah hasil utuh dan maksimal. Agar hari ini kita mampu mengulang masa kebesaran shahabat Nabi.
Cacat pada sebagian urutan, akan berefek cacat pada sebagian hasilnya. Prosentase kegagalan dan lubang keberhasilan seiring sejalan dengan prosentase kegagalan dalam menerapkan urutan.
Kurikulum pendidikan bagi generasi kita hari ini yang ditugasi Nabi untuk mengembalikan masa kebesaran shahabat beliau dulu, harus mengikuti urutan tersebut.
Dari masa persiapan untuk kemapanan pribadi muslim, menuju perjuangan membangun pondasi aqidah dan akhlak pada diri dan masyarakat, hingga perjuangan menuju penerapan utuh sistem Islam dan kekuasaan. Untuk akhirnya meninggalkan dunia menghadap Robb dengan membawa amal shalih peradaban.