Senin, 27 Januari 2014

Bersyukur banget punya suami spt Mr. Ikhyanuddin Hasballah (memang nggak salah pilih hehehe......)


Habis baca artikel ini jadi bersyukur banget punya suami spt Mr. Ikhyanuddin Hasballah (memang nggak salah pilih hehehe......)

Padahal itu orang sejak awal nikah sudah sering ninggalin istri tugas di luar kota, jauh dari saudara dan sanak famili krn km masih hidup di pulau Jawa, tapi perhatiannya pada keluarga Masya Allah....mungkin itu yang membuat saya juga percaya penuh dan support habis pada semua pekerjaan dan kegiatan yang dilakukannya. Setelah pulang ke Aceh, juga masih tinggal beda kota, suami keterima PNS di Langsa, saya di Lhokseumawe, weekend menjadi  hari-hari yang kami tunggu-tunggu. Tapi kadang jg beda dari harapan, Sabtu Minggu harus ngantor kejar laporan, apalagi kalo bukan ikhlas dan sabar saja yang ada di hati, saat itulah saya berdoa siang malam pada Allah agar suami bisa pindah ke Lhokseumawe. Singkat cerita, baru 1 tahun jadi PNS sudah bisa pindah ke Lhokseumawe, Masya Allah...Fabiayyiala irabbikuma tukazziban....

Begitu lahir anak ke-2 tepatnya di sore hari pd hari H, e... suami pamit harus berangkat S2 Jogja, semata mengharab ridho Allah bibir dan hati ini langsung meng-iya kan. Alhamdulillah tidak ada hari yang terlani dengan beban yang berat (krn mmg Allah tdk pernah memberi ujian diluar batas kemampuan hambanya), anak-anak pun tetap tumbuh dengan baik krn perhatian orangtua (ibu bapaknya) tetap utuh didapatkan. Bukankah dlm mendidik anak bagi seorang ayah, kualitas perhatian lebih utama daripada kuantitas pertemuan?

Berbeda dengan Ibu, kuantitas pertemuan dan kualitas dalam pengasuhan punya posisi yang sama pentingnya. Itu sebabnya saya berusaha keras memboyong anak-anak saat sekolah di LN. ALHAMDULILLAH semua dukungan dan pengorbanan saya terbayar, Allah selalu gerakkan suami saya untuk memperhatikan keluarganya, suami juga mensupport pekerjaan saya habis-habisan, mulai dari pekerjaan sebagai dosen sampai tugas-tugas di masyarakat. Disaat perempuan lain sangat sulit mendapat ijin suami untuk sekolah ke LN, malah suamiku memutuskan untuk menemaniku sekolah di LN, Masya Allah....Beliau juga tidak segan-segan membantu pekerjaan rumah tangga (cuci piring, nyapu, masak, btw suamiku lebih jago masak dari aku lho...hehehe). Alhamdulillah di kantor dihargai orang karena tanggungjawabnya, di rumah juga dicintai anak istri.

Akhir tahun dan awal tahun seperti ini adalah rutinitasnya untuk pulang larut malam karena pekerjaan penyusunan APBD di kantor, namun kecintaan keluarga padanya tidak pernah berkurang. Semoga Allah selalu memberi kami sakinah, mawaddah warahmah.

Dan hari ini si dia sedang ujin masuk S3 di luar kota, dan diriku disela-sela kesibukan membangun generasi peradaban kusempatkan hunting beasiswa S3 di sana sini, Allah lah yang tahu kapan tepatnya KUTTAB ini siap kutinggalkan untuk sementara waktu.

Masya allah.....hanya Allah lah yang tau apa-apa yang terbaik untuk keluarga kami. Semoga 4 orang anak perempuanku bisa menyaksikan, bagaimana seorang perempuan harus ikhlas dan berbesar hati untuk segala keadaan demi mensupport pekerjaan dan kegiatan suami, karena dibalik itu semua, Allah akan menggerakkan hati  seorang laki-laki yang menjadi  tulang punggung keluarga untuk berbuat lebih baik dari apa-apa yang telah dilakukan oleh istrinya. Selalu memohon jauh dari fitnah wanita, harta dan jabatan, aamiin

Rabu, 22 Januari 2014

REDAKAN PILEK TANPA MINUM OBAT

Bunda pasti Tahu Vino G Bastian, yg menikah dengan Marsha Timothy dan sudah memiliki anak "Jizzy Pearl Bastian" (6 bln ) . Ternyata dia itu peduli sekali dengan kesehatan anaknya loh bun. 

Vino Bilang (info liputan 6), >> " Sampai sekarang anak saya nggak saya kasih obat kalau lagi batuk pilek,karena batuk pilek bukanlah penyakit,pilek & batuk buat saya itu proses yg alami untuk daya tahan tubuhnya "

jawabam yg cerdas untuk seorang ayah baru yg mengerti dan mau belajar tentang ilmu kesehatan khususnya anak :)

Nah ini Beberapa cara alami berikut, efektif mengatasi batuk pilek pada anak, dan sering direkomendasikan oleh para dokter:

1. Protein untuk daya tahan tubuh
Kunci kesembuhan penyakit batuk pilek adalah imunitas tubuh. Untuk batuk pilek yang disebabkan oleh virus, umumnya dapat sembuh dengan sendirinya berkat sistem imun yang baik. Menurut Prof. Dr. dr. Purwantyastuti, SpF(K), dosen dan peneliti di Departemen Farmakologi & Terapeutik, FKUI, Jakarta,untuk membuat sistem imun yang baik, tubuh memerlukan protein. Makanya, pastikan si kecil mengonsumsi makanan tinggi protein selama sakit, yang bisa diperoleh dari telur, ayam, ikan, dan susu. 

2. Probiotik
Bakteri baik yang ada di makanan seperti yogurt dan kefir, dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh anak-anak dan mencegah berbagai penyakit infeksi pernapasan, seperti batuk dan pilek. Penelitian yang dilakukan pada anak usia 3-5 tahun menunjukkan, anak yang mengonsumsi kultur Lactobacillus aktif setiap hari selama 6 bulan selama musim dingin cenderung terhindar dari pilek. Jika terkena pilek pun, penyakit itu biasanya tidak berlangsung lama.

3. Tidur
Istirahat ternyata sangat berhubungan dengan sistem imunitas tubuh. Hal ini dibuktikan dengan sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa orang kurang tidur akan lebih mudah terkena pilek. Jadi, jangan ragu untuk meliburkan anak untuk sementara dari berbagai aktivitasnya, termasuk sekolah, saat ia sakit. “Istirahat cukup dan minum banyak cairan,” begitulah saran Vandana Bhide, M.D., dokter anak di Saint Augustine, Florida, yang telah mendapat sertifikasi dari American Board of Holistic Medicine.

4. Garam
Dalam studi yang diterbitkan International Journal of Pediatric Otorhinolaryngology, disebutkan bahwa garam memiliki khasiat antiinflamasi yang dapat membantu mengeluarkan lendir dan melegakan pernapasan, serta meredakan batuk dan radang tenggorokan. Untuk hidung tersumbat, atasi dengan meneteskan larutan garam fisiologis yang bisa dibeli di apotek dan toko obat.

Anda juga bisa membuat sendiri larutan garam dengan cara: Larutkan ½ - 1 sendok teh garam ke dalam setengah liter air hangat. Teteskan dengan bantuan pipet. Kemudian untuk mengatasi sakit tenggorokan atau batuk, ajarkan si kecil untuk berkumur dengan larutan air garam hangat.

5. Udara lembab
Anda hanya memerlukan humidifier atau alat pelembab udara untuk membantu melegakan saluran napasnya. (Pastikan Anda menjaga alat pelembab udara tetap bersih dan jauh dari jangkauan anak-anak, ya, Bun!). Nyalakan alat pelembab udara di kamar tidur anak saat ia tidur atau beristirahat. Alternatif lain, mandikan si kecil di kamar mandi yang telah diuapkan sebelumnya.

6. Madu
Jika diberikan pada malam hari menjelang tidur, madu lebih efektif untuk meredakan batuk dibanding sirup obat batuk rasa madu, serta membantu anak tidur lebih nyenyak. Demikian hasil penelitian yang dimuat dalam Archives of Pediatric and Adolescent Medicine. Dosis pemberian madu sama seperti obat batuk OTC, yaitu ½ sendok teh untuk usia 1-5th; 1 sendok teh untuk usia 6-11th; serta 2 sendok teh untuk usia 12th ke atas. (Perlu diingat: madu tidak disarankan untuk bayi di bawah 1 tahun, karena berisiko menyebabkan botulisme, sejenis keracunan makanan.)

Dalam penelitian tersebut, madu yang digunakan sebagai pengganti obat batuk adalah jenis madu buckwheat. Tapi Kathi Kemper, M.D., pengarang The Holistic Pediatrician yang juga kepala Center for Integrative Medicine di Wake Forest University Baptist Medical Center, Winston – Salem, North Carolina, mengatakan bahwa madu jenis lain pun memiliki efek sama baiknya.

7. Sup ayam
Cairan hangat dapat membantu mengurangi gejala hidung tersumbat. Penelitian telah menunjukkan bahwa sup ayam dapat membantu meredakan gejala flu seperti nyeri, lemas, hidung tersumbat, dan demam.

8. Relaksasi
Yang terakhir ini ditujukan untuk Anda, Bun! “Orang tua kerap merasa stres ketika anaknya sakit,” kata Joshua Bernstein, M.D., dokter anak dari Asheville, North Carolina. “Padahal, bisa jadi si kecil yang sedang bermain di lantai sambil terbatuk-batuk, merasa baik-baik saja dengan penyakitnya itu.”

Yang perlu Bunda perhatikan, jika kondisi si kecil memburuk atau menunjukkan gejala demam (lebih dari 3 hari atau 3x24 jam ), segeralah berkonsultasi pada dokter anak Anda. Bisa jadi ia terkena infeksi sekunder (telinga, sinus) yang membutuhkan antibiotik. Pilek yang normal biasanya akan sembuh setelah seminggu atau 8-12 hari. tetap sabar dan berfikiran positif ya bun,,batuk pilek pasti akan sembuh :)